Di awal saya mulai menulis, saya merasakan sulit untuk menulis, sehingga timbul pertanyaan dalam benakku, apa ya yang mau di tulis?, kapan aku mulai menulis? dan bagaimana untuk mengatur waktu untuk menulis. Nah, setelah aku berfikir aku menginggat pesan seseorang yang sangat berarti bagiku, ia adalah kedua orang tuaku dan dosen-dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pontianak serta Pembina dalam Club Menulis STAIN Pontianak. Karena, merekalah yang membuatku menjadi “ zero to hero” (yang biasa menjadi luar biasa). Ya, saya merasakan saat ini, saya ada peningkatan dan semangat yang tinggi semejak saya masuk STAIN pada umumnya dan club menulis khususnya. Karena selain aku mengenal dan mengetahui bagaiman agama Islam yang sesungguhnya dan aku juga mengetahui betapa pentingnya menulis dan menyenangkan ketika kita terjut di dunia menulis.
Saya sangat menginggat perkataan dari Ust. Salikhin Abu Izzuddin, di mana ia mengatakan , “ menunda-nunda kesempatan maka akan menuai suatu kesulitan”. Kata-kata beliau, membuatku menjadi bangkit dan bersemangat kembali untuk menulis. Dan akan aku tanam, ku ber pupuk agar ilmu yang ku dapatkan ini tubuh dengan baik, subur dan segar selalu. Namun sayang, saat ilmu yang ku tanam itu sedang tubuh dengan subur dan segar, datanglah sang hama dan trik panas matahari yang membuatnya layu. Jadi, supaya ilmu ini segar kembali maka aku harus rutin setiap hari menyiramnya, memberi obat atau pupuk dan merawatnya dengan benar.
Hingga suatu saat aku memutuskan untuk membuat sebuah jadwal menulis untuk mengatur kedisiplinanku dalam menulis. Di saat malam hari sebelum aku tidur biasanya aku menulis dari pukul 21.00-22.00 wib, selesai menulis aku mengatur alaram untuk bangun kembali pukul 03.30-04.30 wib, dan untuk siang harinya terkadang setelah dzukur dan azhar.
Namun, terkadang semua yang sudah ku atur dan ku buat seperti ini, masih saja ada halangan dan masalah-masalah yang menghambatku untuk menulis, contoknya saja yang paling berat bagiku pada malam hari karena siang harinya aku banyak beraktivitas baik di kampus maupun di rumah, sehingga pada malam hari di saat aku menulis biasanya aku ketiduran, padahal di atas mejaku sudah ku letakkan satu cangkir kopi dan satu piring biskuit. Namun, semua itu tidak mempan. Ya, pada saat itu yang ada dalam benakku kalau ada air kopi maka rasa nyantuk ku akan hilang, tapi yang terjadi malah sebaliknya. Aku ketiduran di meja belajarku. Terkadang juga aku menulis sambil mendengarkan musik yang ada dilabtop ku.
Namun, di saat saya memasuki club menulis di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Pontianak. Tepatnya di Malay Corner (MC) di gedung Perpustakaan. Semagatku dalam menulis mulai bertambah dan ilmu yang belum aku dapatkan dan belum aku ketahui dan saat ini sedikit demi sedikit meningkat dan bertambah.
Marilah kawan-kawan bangkit dari tidurmu, dan mulailah dari sekarang dan seterusnya untuk menulis karena menulis itu mudah dan menyenangkan kalau kita sudah terjun dan memasuki dunia tulis-menulis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar